Menekuni Hobby (bagian 1)

hobby

PENDAHULUAN: Tentang Hobbyku, si Penulis Artikel

Kalo orang tanya apa hobbyku, sepertinya aku bingung deh. Hobbyku banyak. Aku suka musik dan menyanyi. Makanya dulu aku les electone di Yamaha. Sekarang sih sudah ga main electone lagi, malah lagi belajar biola dan gitar. Aku suka nyanyi, entah nyanyi sendiri di kamar mandi atau nyanyi di paduan suara/vokal grup. Lalu, aku suka belajar bahasa. Dulu aku les bahasa Prancis dan bahasa Jepang. Tapi karena kendala biaya, aku terpaksa berhenti. Les Prancisnya ga tanggung-tanggung: di CCF Jakarta. Biayanya cukup mahal untuk ukuran kantong orangtuaku waktu itu. Jadi akhirnya kursusku putus di tengah jalan. Terutama sih aku suka belajar bahasa Inggris. Tapi aku ga ambil kuliah di Fakultas Sastra, entah kenapa. Jurusan kuliahku justru di Arsitektur Lansekap, wkwk.. ga nyambung yah.

Hobby lainnya adalah kreativitas. Ini ga diragukan lagi. Sejak TK aku udah suka bikin origami. Apalagi kalau pelajaran Prakarya waktu SD dulu – pelajaran kesukaanku. Sekarang, setelah setua ini, aku suka membuat boneka flanel, kreasi dengan kardus ataupun stik eskrim atau apa aja deh yang judulnya Prakarya. Tapi yang sedang ditekuni adalah merenda (crocheting). Udah lumayan banyak juga karya rajut yang aku jual berdasarkan pesanan. Membuatnya butuh waktu, terutama butuh niat kuat, hehehe.. karena aku perfeksionis kalo merajut. Kalau aku salah pasti dibongkar. (Soalnya, ada juga yang kalau salahnya hanya sedikit ya dilanjut aja, ga dibongkar. Aku ga bisa. Greget kalo ngelanjutin sesuatu yang salah, biarpun ga akan keliatan bagi orang awam atau yang memesan).

Selain itu aku lagi sedang mencoba hal baru. Aku lagi belajar nulis. Udah lama sih suka nulis, tapi ga pernah teratur, ga pernah ada topik khusus. Kepribadian aku terlalu warna-warni jadi ide tulisanku juga banyak macam. Kadang pengen nulis tentang hobby (seperti sekarang ini). Kadang pengen tentang makanan/minuman kesukaan (seperti yang judulnya Are You a Coffee Lover?). Kadang pengen bikin tulisan tentang hasil belajar Alkitabku. Rasanya sayang aja, setelah belajar, ditulis di buku dengan tulisan yang awut-awutan, tapi ga dibagi ke orang lain. Entah hasil/kesimpulanku benar atau salah – aku terbuka kalau tulisanku diperbaiki. Wait… dimana blog tentang hasil belajar Alkitabku itu? hehehe… itu dia lapak baru yang sedang aku buat. Karena aku belajarnya lambat (maklum – bukan ahli theologi) bahannya belum banyak untuk di-publish. Aku juga lagi belajar nulis cerpen atau novel. Persiapannya banyak. Aku belajar lewat grup dan otodidak. Ada juga teman-teman sesama penulis yang bersedia berbagi tips – puji Tuhan, mereka tidak pelit ilmu 🙂

Apalagi ya? Oya.. aku juga seorang penerjemah. Jadi di sela-sela waktuku menerjemahkan surat-surat, aku mengerjakan hobbyku. Selain itu aku harus antar jemput anak-anakku yang udah remaja ke sekolah, ke tempat les, ke gereja. Belum termasuk kegiatanku sendiri ke kantor dan ke gereja. Emangnya sempat? Jelas engga, kalau semuanya sekali jalan. Jadi aku harus memilih hari ini mau kerjain yang mana.

Oh, ada lagi: aku ga suka olahraga sih sebenarnya, tapi karena aku mau menyeimbangkan ritme hidup, aku sudah kommit untuk ikut bermain badminton dengan teman-teman seminggu sekali. Lalu ada juga klub lari pagi, juga seminggu sekali. Dan sebagai tambahan kerumitan hobbyku, aku sebenarnya sih suka juga belajar fotografi. Suamiku seorang fotografer dan aku sudah diracuni untuk suka fotografi. Aku suka sih, tapi belajarnya yang susah. Fotografer kan bukan asal jepret doang. Tekniknya itu yang susah buat aku. Mungkin karena bukan hobby utama, susah dicerna sama otak, wkwkwk..By the way, fotografer perempuan ga harus tomboy kan? Aku maunya jadi fotografer perempuan yang tetep manis dipandang, tetap seperti perempuan, bukan tomboy. Ya entah bisa atau engga, karena aku ga suka juga pake baju yang feminin sih, hahaha..

Menjalani hobby memang susah-susah gampang. Susah karena kita sering mengesampingkan hobby dan mendulukan pekerjaan utama – benar kan? Karena pekerjaan utama itu adalah sumber nafkah kita. Tapi menjalani hobby bisa jadi lebih gampang karena kita suka mengerjakannya. Belum tentu pekerjaan utama kita itu adalah minat kita yang sebenarnya kan, jadi bekerjanya agak-agak lelah hati, gitu.. hehehe. Alangkah berbahagianya orang yang pekerjaannya adalah minatnya.

Itulah sekelumit tentang aku. Tentang hobbyku. Tulisan ini nanti aku sambung lagi. Tunggu aja tanggal terbitnya ya.. Ciao!!

Advertisements

2 thoughts on “Menekuni Hobby (bagian 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s