Kremasi bagi Umat Kristen: Boleh Tidak?

kremasiBaru-baru ini, aku ngobrol dengan seorang teman. Aku cerita tentang seorang anggota gereja yang baru saja meninggal, dan keluarga memilih untuk mengkremasinya. Aku sendiri biasa-biasa aja terhadap ide kremasi. Tapi temanku ternyata tidak. Dia bilang begini: “Orang Kristen, bukannya ga boleh dikremasi?” Aku heran. “Emang kenapa ya, ada larangan di Alkitabkah?” (asli aku bertanya karena memang ga tahu). “Engga tau juga sih, tapi bukannya nanti Tuhan datang itu mau membangkitkan tubuh kita? Kalau tubuh kita udah hancur terus yang Tuhan bangkitkan nanti apa donk?” Temanku bertanya dengan nada bingung dan ingin tau, bukan nada membela opininya. Aku termangu sebentar mikirin pertanyaannya. Benar juga, pikirku. Tapi hatiku (dan kepalaku) berkata lain. Aku pikir Tuhan ga terbatas sama tubuh yang dikubur ataupun dibakar. Dia lebih besarlah dari hal-hal seperti itu. Tapi pada temanku, aku cuma bilang: “Bagus juga nih pertanyaan. Nanti aku coba jawab lewat blog yaa..” Dan inilah hasil mikir-mikir dan baca-baca aku, 😀

Alkitab tidak melarang kremasi. Malahan kremasi sudah ada sejak jaman Alkitab. Dalam kitab 1 Samuel 31:1-13, kita bisa baca cerita tentang kisah Raja Saul dan anak-anaknya yang mati karena perang dan mayat mereka diambil oleh penduduk Yabesh-Gilead untuk dibakar. Memang, di Alkitab sepertinya lebih umum kalau mayat itu dikubur, karena pada waktu itu, itu cara yang murah dan mudah. Tapi sekarang kan berbeda. Sekarang tanah mahal, kuburan juga bayar pajak/iuran, lahan juga makin terbatas. Maka dari itu, kremasi adalah pilihan bijak (menurutku loh ya).

Terus, gimana dengan issue bahwa kalau tubuh jasmani kita dibakar, hancur, nanti pada waktu Yesus datang lagi, apa masih bisa bangkit? Well, sekarang aku tanya lagi: gimana dengan mayat-mayat yang mati tenggelam, dimakan ikan buas di dasar lautan? Gimana dengan korban ledakan bom nuklir? Gimana dengan korban pesawat jatuh ke laut? Yang mayatnya ga pernah bisa ditemukan lagi? Terus, apakah dikubur dalam tanah juga ngga menghancurkan tubuh kita? Kan hancur juga, walau lama. Kremasi hanya mempercepat proses menjadi debu dan abu. Waktu Yesus datang lagi, Dia juga membangkitkan orang-orang yang sudah hidup sejak bumi diciptakan kan? Nah kita bayangin aja, apa abunya masih ada tuh.. ngga mungkin kan.

Secara sederhana sih, aku cuma pikir begini: Tuhan itu besar. Tuhan yang aku sembah, ya. Dia sanggup menciptakan alam semesta segini rumit dan ribet. Masa iya sih Dia ga sanggup membangkitkan aku nanti kalau aku dikremasi? Ga mungkin kan. Sedangkan menciptakan dari zat yang ga ada aja, Dia sanggup. Apalagi cuma ngumpulin dan bangkitin Ephin yang kecil ngga berarti ini dari debu dan abu ini.. ah cetek itu mah bagi Tuhan.. wkwkwk

Itu sih pendapat aku.. ga tau pendapatmu gimana. Ini cuma bahasan singkat aja, bukan study Alkitab. Aku ga ajak debat, cuma menceritakan opiniku. Silakan percayai apa yang Anda imani, ya! Peace be with us!

Advertisements

4 thoughts on “Kremasi bagi Umat Kristen: Boleh Tidak?

  1. Setuju dan sepemikiran. Ini contoh yang baik buat kita orang Kristen, ketika mendengar atau menanggapi sebuah “dogma” atau “pengajaran”, dibandingkan menelannya mentah-mentah, lebih baik untuk mempelajarinya, dan bahkan mendoakannya, sehingga Firman itu benar2kita mengerti dan bukan hanya karena “kata orang”.

    Salam kenal dan GBU

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s