Jangan Hanya Doakan Ahok

14947429_1081984395256023_2035885807156660104_n

Basuki Tjahaja Purnama

 

Belakangan ini nama “AHOK” sangat populer. Dia dicinta dan dibenci. Diidolakan dan dikutuk. Didoakan dan difitnah. Aku suka merenung-renung, andai aku jadi Ahok, apa yang akan aku lakukan? Apa aku bakal setegar dia? Apa aku bakal berdiri teguh dalam pendirian aku membela yang benar?

Aku pernah bilang sama anak-anakku bahwa Ahok itu salah satu teladan iman jaman sekarang. Ahok adalah orang yang bekerja keras membela orang kecil, memberikan lebih dari yang diminta atau diharap (rumah pinggir kali diganti dengan rusun yang keren, gaji tukang angkut sampah dinaikkan, naik bis transjakarta gratis buat lansia warga DKI, itu beberapa contoh aja. Ahok dengan tegas menolak uang suap dan mengambil keuntungan pribadi. Jadi, Ahok itu spesial banget. Dia (bagi aku) adalah seseorang yang bisa aku jadikan contoh teladan iman masa kini bagi orang Kristen.

Aku sering betul dengar orang bilang seperti ini: “Kita harus doain Ahok. Dan kita berdoa agar Tuhan mengirimkan orang-orang seperti Ahok, supaya negara kita maju dan sejahtera, lepas dari korupsi dan ketidakadilan sosial.”

Doa ini tidak salah. Tapi aku kurang setuju  dengan doa seperti ini. Tau kenapa?

Kenapa kita harus meminta pada Tuhan agar Ia mengirimkan orang-orang seperti Ahok? Kenapa, kita ngga berdoa aja supaya Tuhan menguatkan kita supaya kita bisa bersikap seperti Ahok? Kenapa kita ngga ajarin anak-anak kita supaya mereka berani jujur, berani tidak korupsi, berani membela yang benar, berani mengakui kesalahan, berani meminta maaf – walau mungkin bukan kita yang salah, tapi demi memadamkan aura panas yang mungkin sudah tercipta?

Kadang-kadang kita itu mau enaknya aja. Kita berdoa, “Tuhan, kirimkan lebih banyak lagi pekerjaMu untuk pelayanan ini” tapi kita sendiri ngga serius dalam pekerjaan pelayanan kita. Atau, justru kita pingin mengundurkan diri dari pelayanan dan mendoakan orang lain supaya ambil bagian. Apa doa seperti ini benar?

Atau, kita berdoa: “Tuhan, kirimkanlah orang-orang seperti Ahok, yang bersinar di tengah kegelapan, berani mengemban amanahMu akan kebenaran,” Tapi, kita menghitung-hitung kebaikan dan keburukan orang lain, kita mendendam dan membenci, kita menyimpan kesalahan orang, bersikap ngga adil atau ngga rela pada pembantu, supir, tukang kebun, tukang angkut sampah, tukang parkir, dan lain-lain. “Tadi udah ngasi parkir 2,000, masa sekarang ngasi lagi?” atau “Bayar tukang sampah 25 ribu tiap bulan tapi sampah ngga diangkut-angkut.. kita buang sendiri aja deh!” – tanpa mencari tau kenapa tukang sampah lingkungan kita ngga nongol beberapa hari ini.

Aku bilang sama anak-anakku. “Ahok itu berani. Berani hidup, berani mati. Untuk bisa punya sikap seperti itu, ngga gampang. Kita harus tau di pihak mana kita berdiri. Kita harus tau untuk siapa kita berperang, siapa yang kita bela. Kita harus yakin, apa Tuhan setuju dengan yang kita lakukan.” – (well, tentunya dalam bahasa anak-anak yah, hehe).

Menurut beberapa teman (dan juga menurut aku), anak-anak jaman sekarang punya panutan baru: Ahok. Dia berani. Dia tegas. Dia bersih. Dia jujur. Dia berusaha sekuat tenaga memberi yang terbaik. Dia benar-benar bekerja untuk rakyat. Dia benar-benar melayani warganya. Memberi yang terbaik. Tapi, sebenarnya anak-anak punya panutan terdahulu sebelum Ahok jadi fenomenal. Siapa? Kita! Sang orangtua! Apakah kita belum berani memposisikan diri sebagai tokoh panutan iman anak kita sendiri? Kalau kita belum berani, itu berarti ada yang perlu dibenahi. Beri teladan dalam hal-hal kecil saja, karena posisi dan jabatan kita memang tidak sebesar dan sementereng Ahok sang Gubernur.

Bagaimana caranya?

  • Ajarkan toleransi: toleransi berteman, toleransi beragama, toleransi bertetangga.
  • Ajarkan empati: bagaimana kalau kamu ada di posisi dia?
  • Ajarkan simpati: berbelaskasih pada orang-orang yang belum seberuntung kita.
  • Ajarkan kejujuran: kembalikan barang teman, kembalikan buku perpustakaan yang kelamaan dipinjam, kembalikan kelebihan uang saweran tugas kelompok, dan lain-lain.
  • Ajarkan penyerahan diri: berdoa sebelum berkegiatan, berdoa saat mau tidur, berdoa sepanjang kamu merasa perlu berdoa.

Intinya, jangan cuma berdoa buat Ahok. Doakan juga diri kita sendiri supaya bisa menjadi teladan – paling engga buat keluarga sendiri dan lingkungan kecil kita, entah di tempat kerja, di gereja, di lingkungan rumah – yang memegang teguh iman kita.

Aku ingat salah satu lagu dari Kidung Jemaat, lagu anak-anak, liriknya seperti ini:

Yesus menginginkan daku bersinar bagiNya,
di mana pun ‘ku berada, ‘ku mengenangkanNya.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

Yesus menginginkan daku menolong orang lain,
manis dan sopan selalu, ketika ‘ku bermain.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

Ku mohon Yesus menolong menjaga hatiku,
agar bersih dan bersinar meniru Tuhanku.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

Sederhana sekali liriknya. Ajarkan ini pada anak-anak, lakukan juga pada diri sendiri, maka Tuhan sedang menjawab doa-doa kita: mengirimkan orang-orang seperti AHOK.

 “The function of prayer is not to influence God, but rather to change the nature of the one who prays.”
Søren Kierkegaard

Fungsi doa BUKAN untuk mempengaruhi Allah, tapi untuk mengubah sifat orang yang berdoa.

Jangan doain Ahok-nya doang ya. Doain supaya kita bisa seperti dia. Berani. Jujur. Bersih. Taat. Berserah pada Tuhan. Amen! God Bless Us. 

sumber foto: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1081984395256023&set=gm.1370830962927946&type=3&theater
Advertisements

2 thoughts on “Jangan Hanya Doakan Ahok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s