Hantu: Bolehkah Kristen Percaya Dia Ada?

tree-spirits

Aku – sejak masih remaja – udah sering banget digangguin sama yang namanya makhluk gaib ini. Ada yang bilang namanya hantu, setan, roh gentayangan, atau apa aja. Ngga ada nama bagus buat makhluk tanpa tubuh ini.

Aku pertama kali ngerasain ada dunia lain waktu dulu masih SMP. Aku sedang buka lemari dapur mamaku, ceritanya mau bikin kue sendiri (ceilaa.. sekarang mah boro-boro wkwkwk). Pas buka lemari yang ditempel di dinding dapur, ada kaki manusia terjulur di dalam. Jelas aku kaget dan banting pintu lemarinya. Lalu aku mikir. Aku pertama-tama pikir itu kaki adek aku, mungkin lagi main sembunyi-sembunyian. Tapi aku liat lagi itu lemari sambil mikir, kog muat ya dia di dalam? Lagipula sepertinya dia lagi tidur siang ah, pikirku. Jadi, aku buka lagi lemari (sambil pegang pentungan rolling pin). Untung itu kaki udah lenyap. Jadi aku bikin kue aja, ngga mikirin itu tadi kaki siapa.

Setelah itu masih banyak lagi pengalaman supranatural yang aku alami. Pernah kakiku diangkat, ngga bisa aku turunin sendiri, kecuali ada orang masuk ke kamarku. Ada napas orang di bawah tempat tidur. Ada suara ngorok yang deket banget di kepalaku padahal aku tidur sama adek cewek dan dia ngga tukang ngorok. Kalo dibilang itu suara ngorok Bapak, kog kayaknya ngga mungkin ya. Kamar Bapak jauuuhh.. ngga mungkin kedengeran di kamarku. Tapi dasar aku orangnya ngga terlalu penakut, aku ngga pernah pikirin. Aku pikir tiap orang pasti pernah punya pengalaman kayak gini.

Iya sih, hampir tiap orang pernah. Setelah aku gede, pengalaman tambah banyak. Juga sering denger pengalaman orang. Adekku ada dua orang yang juga punya karunia unik ini. Aku bisa mendengar, melihat, merasa. Ada yang cuma bisa dengar dan lihat, atau lihat dan rasa, atau dengar dan rasa. Kami penakut ngga? Aku sih ngga terlalu. Coba tanya adekku apa mereka takut. Sepertinya sih, kesamaannya adalah pada saat mengalami, kami takut. Tapi itu ngga bikin kami jadi anak penakut. Cuek aja tuh kalo ke kamar mandi malem-malem, dan tidur juga matiin lampu.

Well, lama-lama aku emang bertanya-tinyi, masalah hantu ini alkitabiah ngga sih? Di gereja, kalau aku bertanya atau cerita hal-hal kayak gini, ada aja yang langsung suruh aku tutup mulut. “Udah, ngga usah percaya kayak gitu-gitu. Kita Kristen, ngga ada hantu-hantu. Kita percaya Tuhan.” Dan jujurnya kalimat kayak gini bikin aku patah hati. Kenapa? Karena sepertinya menghakimi aku gitu loh! Apa kalo aku bisa liat hantu, berarti aku ngga percaya Tuhan? Kog sentimen amat yak!

Aku punya banyak pertanyaan tentang hantu, yang ngga bisa dijawab sama orang-orang dewasa pada jaman aku. Untung aja aku anak baik (halah yang bener aja) jadi aku coba pelajari Alkitabku sendiri. Aku catat pertanyaan-pertanyaanku, trus kalo pas baca Alkitab, nanti ada jawaban yang pas dengan pertanyaan aku itu. Istilah intern kita mah.. Roh Kudus menjawab pertanyaan itu lewat bacaan-bacaan Alkitab.

  • Apakah arwah orang mati bisa menghantui rumah?

Ini nih.. yang dipercaya turun-temurun. Tiap rumah ada penunggunya. Aku juga dulu percaya banget, soalnya di tiap rumah yang aku diami, pasti ada setannya. Tapi coba baca ini:

“Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali. Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya.” – Ayub 7:9-10

Wah… ini cerita baru donk. Berarti boong tuh yang bilang tiap rumah ada penunggu. Iya, penunggunya tuh kecoa, tikus, cacing dll. Tapi bukan arwah orang mati, ternyata. At least, aku lega.

Lagipula, aku inget banget aku pernah denger khotbah seorang pendeta yang cerita tentang Yesus, yang berkata pada penyamun di sisiNya waktu Dia mau disalib.

“Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:42-43)

Jadi, setelah kita mati, roh kita ngga gentayangan. Roh kita langsung bersama-sama dengan Yesus di Firdaus.

  • Apakah arwah orang mati bisa bicara sama orang yang masih hidup?

Terus terang aja ya.. ini jenis film yang paling suka aku tonton. Aku suka film hantu dan horror. Bahkan aku juga ‘mengalami’ kog. Almarhum Bapakku datang ke kamarku dan ngeliatin cucu-cucunya lagi tidur. Aku, dengan tubuh rohani (soalnya aku juga secara badani lagi tidur) nyamperin Bapak dan tanya, “Pak lagi liat cucu ya..” Lalu Bapakku senyum. “Iya, cucu Bapak udah besar.” Aku – terus terang – senang banget pas bangun. Ada kepuasan bahwa Bapakku dari alam sana ketemu sama cucunya di sini. Dia liat cucu-cucunya dan dia ngomong sama aku. Manis kan? Tapi sayang, itu bukan Bapakku  -_-

“Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya.” Mazmur 146:4

“Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap. Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.” Pengkhotbah 9:5-6

Pada hari Bapakku meninggal dunia, dia kembali ke tanah. Pada hari itu juga, dia tidak tau apa-apa. Dia tidak tau apa-apa tentang perkembangan cucunya. Dia tidak tau apapun tentang dunia kita, dunia fana. “…untuk selama-lamanya, tidak ada lagi bagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.” Dia sudah tidak bisa mengasihi, membenci, ataupun cemburu. (Makanya – ngga bener tuh cerita arwah penasaran yang mau bunuh selingkuhan pasangannya, wong uda ngga bisa rasa apa-apa kog ternyata). Dia tidak tau gimana perkembangan aku, putrinya yang bandel dan tukang membantah semua perintahnya  – yang sekarang ini lagi ngebet nulis mulu 😀 (tapi menurut mamaku, aku justru kesayangan Bapak – hal yang mustahil aku percaya kalo Bapak masih ada, hehehe). Jadi, itu bukan Bapak, yang datang ke kamarku ngeliat cucunya. Itu bukan Bapak, yang ngobrol sama aku. Itu bukan Bapak, yang pernah datang dan ajak aku ke sana (ke alam baka) nemenin dia karena dia udah bikin rumah bagus buat aku. Jadi itu siapaaa.. saudara-saudara?? Nanti kita jawab.

Trus ada lagi nih kata-kata manis yang sayangnya ngga benar secara Alkitab: bahwa kalau orang baik meninggal dunia, dia menjadi malaikat. Aku sendiri sering memakai kata-kata puitis seperti ini, tapi bukan berarti aku percaya bahwa orang baik akan jadi malaikat. Alkitab bilang, malaikat itu makhluk surgawi. Diciptakan sebelum manusia ada. Malaikat itu bukan roh orang mati ya.

“apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.” Mazmur 8:5-6

Perhatikan ayat yang aku cetak miring: “Hampir sama seperti Allah.” Dalam edisi Bahasa Inggris kalimatnya adalah :You have made them a little lower than the angels and crowned them with glory and honor.

Sedikit lebih rendah dari malaikat. Itulah kita, manusia. Jadi kita ngga naik pangkat jadi malaikat ya – sebaik apapun kita. Maap membuatmu patah hati tapi ini benar. Aku juga patah hati kog, karena memang kalimat ini manis diucapkan untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan, betul apa betul? 😀

  • Hantu itu Nyata Ngga?

Jelas nyata. Kalau hantu itu ngga nyata, berarti banyak banget yang bohong. Termasuk aku. Pengalaman aku bukan boongan. Banyak banget orang yang bisa cerita hal-hal seperti ini. Boong berjamaah dong kalo gitu? Ngga.. kami ga boong. Seperti yang aku bilang, aku anak baik-baik kog :D. Cuma dulu suka membantah Bapak aja (Maap Pak – hiks).

Hantu itu benar ada. Tapi mereka bukan arwah orang mati, bukan juga malaikat dari Tuhan. Hantu – menurut Alkitab – adalah malaikat yang jatuh dalam dosa, bersama Lucifer sang Penghulu Malaikat. Ingat ngga, waktu Lucifer jatuh, dia membawa sepertiga bala tentara Allah. Kudeta nih dia ceritanya, menghasut para tentara Allah, dan ada yang ikut dalam iming-imingnya, jatuhlah mereka bareng-bareng ke bumi cantik milik Tuhan. Jadilah mereka setan-setan. Ngga percaya? Ini ayatnya,

“Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.” Wahyu 12:3-4

Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.- 2 Korintus 11:14

Iblis – jadi Malaikat Terang aja bisa, apalagi menyamar jadi Bapakku -_- dan jadi siapapun yang udah meninggal. Dia bisa. Soalnya dia raja penipu. Jago menyamar pula. Kloplah kita diboongin sama dia.

  • Kita perlu takut ngga sama hantu?

Jujurnya aku ada takutnya. Soalnya pernah hampir mati aku dibikin hantu. Dikudungin selimut, ditarik ke pintu, dibanting ke kasur, diangkat setinggi 40 cm pas lagi tidur, ditindih, ah udah segala rupa. Tapi aku juga ngga takut – bahkan waktu mengalami. Karena selalu aku inget ini: Roh yang ada di dalam aku, lebih besar daripada roh yang sedang ganggu aku.

“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, …Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” 1 Yohanes 4:1,4

Jadi aku nyanyi-nyanyi aja, lagu apapun yang teringat. Kadang lagu KasihNya seperti Sungai, lagu Yesus Itulah Satu-satunya Penolongku, lagu Dalam Nama Yesus Ada Kemenangan, macem-macemlah. Rata-rata aku ingetnya lagu Sekolah Minggu, mungkin karena lagu sekolah Minggu itu sederhana dan udah tahunan dinyanyiin pas dari masih unyu-unyu (aku pernah unyu-unyu juga loh! hehheh). Habis nyanyi aku berdoa, ngusir itu roh yang ganggu. Terus nyanyi lagi. Kadang lama dia baru pergi. Rasanya udah 3 jam (eh pernah loh sampe 3 jam beneran digangguin). Tapi aku tau kog, kapan mau diganggu dan kapan dia udah mau pergi. Suka putus asa kalo dia belum mau pergi tuh.. takut aku keburu mati jantungan hehehhe.

Well, tulisan ini memang ngga terlalu serius bahasanya tapi aku serius kog ceritanya. Pengalaman yang aku tulis benar terjadi “berdasarkan kisah nyata” gitulah. Ayat yang aku cantumin memang ada di Alkitab (masa sih bohoooong). Tapi maap kalo ada kesalahan penafsiran aku – karena aku bukan ahli tafsir Alkitab. Ini pengertian yang aku dapat aja. Bila ada pembaca yang kebetulan tau betul maksud dari ayat-ayat di atas dan ternyata aku salah besar, mohon penjelasan kalau gitu yah.. supaya aku ngga menyesatkan orang.

Panjang amat ini tulisannya? Ah tapi kamu udah baca sampe sini berarti cukup menarik untuk dibaca yah.. trimakasih!

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Roma 8:38-39

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s