Membangun Tradisi Keluarga Saat Natal

family-christmas-photo-ideas-pile-em-on

WHEN CHRISTMAS COMES …

Jujur aja ya, sebenernya aku agak mellow kalo Natal datang. Pertama, karena aku inget Bapak. Bapak punya tradisi Natal yang sayangnya ngga bisa aku terusin. Kedua, karena Bapak pergi meninggalkan dunia ini saat jelang Natal, tanggal 23 Desember. Natal tahun itu adalah the worst christmas ever in my life – saat orang bersukacita karena Natal tiba, keluargaku sedang berduka karena kehilangan Bapak.

Tapi aku berterimakasih karena Bapaklah yang memberi ide supaya kami punya tradisi Natal. Sekarang aku ingin menulis untuk kasih kamu ide, terutama nih ya, buat keluarga yang baru punya anak kecil – walau ngga nutup kemungkinan buat siapapun untuk ikut membangun tradisi Natal.

Speaking of which – apa sih gunanya tradisi?

Tradisi sebenernya adalah cara untuk mengikat keluarga. Tradisi mempererat hubungan keluarga terutama ketika keluarga tersebut semakin besar dengan hadirnya mantu dan cucu. Apa yang membuat seorang anak pulang dari jauh untuk merayakan Natal (atau Idul Fitri dan hari raya lainnya)? Tradisi. Tradisi membuat para orangtua menunggu-nunggu momen tersebut – Natal, Paskah, ulang tahun pernikahan, ulang tahun keluarga, dan hari-hari besar lainnya. Tradisi membuat hari raya tersebut jadi lebih hidup, mendebarkan, menyenangkan, dan layak dinanti.

Tradisi juga adalah cara untuk menciptakan kenangan manis. Tradisi turun temurun dari kakek nenek kita pasti asik diceritakan dan kadang bikin kita ketawa dan merasa tradisi mereka konyol – atau justru inspiratif. Aku pernah baca tulisan tentang seorang ayah yang selalu mengambil foto putrinya memakan baju mandi di setiap hari ulang tahunnya. Bayangin – dinding rumahnya penuh dengan foto putrinya dari usia 1 tahun sampai waktu itu 17 tahun! Semua pake baju mandi! Menarik banget buat diliat. Apalagi putrinya tumbuh jadi gadis cantik dan badannya okay punyaa… (awas salah fokus).

Well, kembali ke cerita kita ya, aku cuma ingin berbagi beberapa ide tradisi yang bisa kamu bangun dalam keluargamu. Beberapa mungkin kamu anggep konyol – ga apa-apa. Modifikasi aja sesuai dengan kenyamanan kamu.

  1. Berfoto di dekat pohon Natal – bayangin dari anak masih kecil kayak gantungan kunci sampai nanti dia lebih tinggi dari kamu – pasti kamu amazed liat perkembangannya!Happy family decorating a Christmas tree with boubles and presen
  2. Berfoto dengan pakaian nuansa Natal, yaitu merah dan hijau. Lebih unik lagi kalo berfotonya sekalian di deket pohon Natal. Bisa juga berfoto dengan atribut Natal misalnya topi santa, bando natal (buat anak cewe), atau apa aja.
  3. Selalu berfoto di tempat yang sama tiap tahunnya. Ini juga menarik. Kamu bukan cuma melihat perkembangan kamu dan keluarga tapi juga perkembangan tempat itu dari tahun ke tahun – selama masih memungkinkan. Misalnya, ada keluarga yang aku kenal selalu makan bersama di suatu resto saat Natal. Tiap tahun, mereka berfoto di resto tersebut. Tahun-tahun berlalu dan resto itu semakin tua tapi keluarga ini tetap setia datang ke sana. Menarik kan? Resto itu jadi tempat nostalgia buat mereka.
  4. Memberi kejutan istgift2imewa pada malam 24 Desember atau pagi 25 Desember. Misalnya kamu punya tradisi tuker kado – coba selalu lakukan di tanggal yang sama. Ketentuannya juga bisa unik-unik, misalnya, ngga boleh ketauan kadonya dari siapa. Atau, ngga boleh ketauan kapan kadonya diletakkan di bawah pohon Natal. Jadi tiap orang akan berusaha cari waktu buat ngumpetin kado dan naruh di depan pintu kamar, misalnya, tanpa ketauan siapapun.
  5. Pergi ke gereja dengan pakaian yang nuansanya sama. Atau bahkan seragam keluarga. Kamu bisa jahit batik dengan corak sama tapi model berbeda, atau baju dengan model yang mirip (aku pernah beli baju hoodie untuk keluargaku – beda warna beda model tapi semua hoodie – dan kami pakai pas 25 Desember. Soalnya aku suka hoodie – untung cowok-cowok dalam keluargaku juga ga masalah dengan baju hoodie).
  6. Baca Alkitab bareng. Kamu bisa ambil pasal tentang cerita kelahiran Yesus dan baca bergantian. Lalu seiring usia, tiap orang bisa ceritakan apa yang dia dapat dari bacaan itu. Atau bisa juga, tiap orang cerita apa arti Natal buat dia tahun ini.
  7. writingBikin resolusi Natal. Biasanya orang bikin resolusi saat tahun baru kan. Nah kenapa engga bikin resolusi saat Natal? Natal itu saat Yesus lahir di dunia ini, dan harusnya di hati kita juga – mungkin kamu bisa bikin resolusi, satu janji dimana kamu mau lebih giat melayani Tuhan, atau lebih sering baca Alkitab dan berdoa, atau mungkin nanti akan keluar ide-ide unik yang bisa dilakuin bareng keluarga – who knows? Lebih bagus lagi kalo sekalian dibicarain langkah praktisnya, supaya janji ngga hanya tinggal janji tapi ada aplikasinya.
  8. Masak bareng. Ini seruu.. ga peduli anakmu cowok kabeh kayak aku atau ada cewe cantiknya. Justru masak bareng anak cowo itu bener-bener perjuangan loh dan nilai kenangannya priceless! Boleh jadi kamu masak masakan yang sama tiap tahunnya, suatu masakan andalan keluarga, atau bisa juga kamu bikin kue kering natal bareng-bareng – apapun bentuknya. Jangan lupa, fotoin kegaduhan dapurmu! Mimik-mimik lucu, berantakannya dapur, atau kesalahan-kesalahan yang terjadi (kueh bantet atau kukis hangus, telur jatuh atau tepung yang bertebaran di mana-mana). Pas diliat lagi mah pasti ngakak deh! Dijamin.
  9. Ngga suka masak? Atau ngga bisa masak? Ngga apa-apa. Masih ada kegiatan lain yang bisa dikerjain. Coba bikin kartu Natal bareng. Boleh ticardap orang bikin satu kartu, atau justru bikin kartu raksasa yang unik untuk ditaruh di ruang tamu atau di bawah pohon Natalmu. Pake semua kreativitas. Foto kartunya, atau kalau memungkinkan, simpan semua kartunya dan pasang lagi di Natal berikutnya. Pasti menarik! Anak makin gede, kartunya makin variatif! Dan.. yang terpenting adalah semua orang harus ikut bikin kartu ya! Kan tradisi … harus bareng-bareng donk! No excuse ada yang ngga ikutan bikin. Be creative. Think how.

Banyak hal bisa dilakuin supaya Natalmu berkesan. Tapi ingat, yang penting adalah Yesus-nya, bukan perayaannya. Tradisi yang kita bentuk ini hanya untuk kepentingan kenangan keluarga, sesuatu yang mau kita buat untuk mendekatkan keluarga kita.

Kelak waktu kamu udah tuek jadi kakek nenek, enak kan, kalo anak cucumu datang dari jauh cuma untuk bisa naruh kado di pintu kamar tidurmu tanpa kamu tau? Atau mereka bakal dateng untuk bikinin kamu kue bolu gulung natal? Natal akan jadi saat yang paling kamu tunggu karena kejutan tradisi yang udah dibentuk. And…pass it on. Teruskan ke anak cucu mantu. Kalau mereka liat manfaatnya yang positif, pasti mereka terusin dalam keluarganya lagi.


Anyway.. tradisi yang dibuat oleh Bapak adalah, dia selalu mendirikan pohon Natal sebelum ulang tahunku. Jadi pada saat aku ulang tahun, awal Desember, pasti sudah ada pohon Natal. Menurut ceritanya, dulu Mama ngidam pengen denger lagu natal. Bayangin – cari lagu natal di bulan April Mei begitu – jaman dulu mana ada? Jadi untuk inget itu makanya dia pasang pohon Natal sebelum aku ultah. Makanya juga dia kasih nama aku Natalia. 

Tapi sedihnya, dia juga pergi pada hari Natal 😦 Memang udah 7 tahun sekarang, tapi aku masi inget dia telpon aku waktu aku ulang tahun, 7 tahun lalu, suaranya udah ga jelas karena dia stroke, ucapin nama aku aja udah ga bisa (tears on my cheeks). Tapi aku tau dia bilang begini: “selamat ulang tahun ya inaang..” (inang tuh panggilan kesayangan seorang babeh batak untuk anak ceweknya). Akhir bulan itu dia pergi selamanya. (nangis meraung-raung)

Ah jadi melloww.. I miss you Daddy… Merry Christmas in Heaven…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s