Para Pemimpin Malaikat dalam Alkitab

angels-of-god-book-3102317

Sedari dulu, malaikat selalu menjadi topik menarik untuk dibahas. Mungkin karena keberadaan mereka yang supranatural, maka kita jadi penasaran. Banyak orang ingin tahu lebih banyak tentang malaikat, bahkan juga salah paham tentang mereka.

Malaikat berasal dari kata Yunani, Angelos, yang artinya “utusan Allah”, yang merupakan terjemahan dari bahasa Ibrani, mal’akh. Dalam Alkitab, kata ‘malaikat’ selalu disandingkan dengan ‘Allah” atau ‘Tuhan”. Malaikat diciptakan sebelum manusia ada. Mereka adalah penghuni surga yang pertama-tama. Bersama Allah, mereka mendiami surga, dan kemudian Allah memutuskan untuk menciptakan jagad raya. Seperti halnya pasukan tentara, malaikat juga memiliki pemimpin. Kini kita akan berkenalan dengan pemimpin para malaikat yang tercatat dalam Alkitab.

Gabriel

Dia adalah salah satu malaikat paling penting dalam Alkitab. Tahtanya ada di tangan kiri Tuhan. Tugas utamanya adalah membawakan pesan/wahyu kepada manusia. Ia memberitahu Elizabeth, sepupu Maria, bahwa ia akan mengandung seorang nabi yang akan dinamai Yohanes. Ia juga memberitahu Maria, ibu Yesus, bahwa ia akan melahirkan seorang anak yang akan disebut “Anak Allah Yang Mahatinggi” (Lukas 1:32). Gabriel disebut “malaikat Tuhan” dalam Lukas 1:11. Kemungkinan, dia juga yang datang ke padang rumput dimana para gembala sedang menjagai ternak.

Dalam Perjanjian Lama, Gabriel muncul dalam kitab Daniel dan memberikan penjelasan akan penglihatannya. Daniel 8:15-16 mencatat, “Sedang aku, Daniel, melihat penglihatan itu dan berusaha memahaminya, maka tampaklah seorang berdiri di depanku, yang rupanya seperti seorang laki-laki; dan aku mendengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia yang berseru: “Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu!”. Dalam pasal selanjutnya, Gabriel kembali disebut ketika Daniel berdoa dan mengaku dosa kepada Allah, Daniel 9:21-22 “sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari. Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: “Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti.”

Dalam agama Yahudi, Gabriel ditafsirkan sebagai “manusia berpakaian lenan”  (Yehezkiel 10: 2, 6 dan 7­, Daniel 10:5 , Daniel 12: 6-7). Menurut tradisi Ibrani, Gabriel dipercaya akan ikut meniup sangkakala tanda akhir jaman.

Mikhael

Nama malaikat Mikhael pertama kali disebut dalam Daniel 10:12, “Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu…” Dalam kitab berbahasa Inggris, istilah ini lebih jelas:

New International Version: “At that time Michael, the great prince who protects your people, will arise.”

New Living Translation: At that time Michael, the archangel who stands guard over your nation, will arise.”

Mikhael, yang namanya berarti “Who is like God” – “yang seperti Allah” – secara tradisional namanya merupakan pertanyaan retoris, “siapakah yang seperti Allah”. Dalam Yudas 1:9 diceritakan, “Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, …”  Kemudian dalam Wahyu 12:7, “Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya.” Dari ayat-ayat ini kita bisa mengetahui bahwa malaikat Mikhael adalah Penghulu Malaikat dan memiliki pasukan malaikat di bawah komandonya.

Mikhael adalah Panglima Balatentara Tuhan (baca Yosua 5:13-15). Nabi Daniel lebih dari satu kali menyebut dia sebagai “Pemimpin”, malaikat pelindung bangsa Israel (Daniel 10:13, 21, Daniel 12:1). Yudas menyebut dia sebagai Penghulu Malaikat (Yudas 1:9). Diduga, Mikhael adalah Malaikat yang akan berseru memberi tanda ketika tiba saatnya orang-orang benar akan diangkat ke surga, baik yang hidup maupun yang sudah mati.  (1 Tesalonika 4:16).

Raphael

Nama penghulu malaikat ini hanya ada dalam kitab Deuteronika (Alkitab Katolik). Nama ini muncul dalam kitab Tobit 12:15. “Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat yang melayani di hadapan Tuhan yang mulia.” Dari ayat ini kita mengetahui bahwa ada 7 malaikat yang memiliki kedudukan yang tinggi di Surga. Kita tidak tahu lebih banyak tentang Raphael ini, ataupun tentang malaikat lainnya, selain Gabriel dan Mikhael (dan Lusifer).

Selain ke tiga malaikat di atas, Alkitab juga mencatat tentang seorang malaikat lain yang menjadi cikal bakal peperangan antara surga dan bumi. Dia adalah:

Lucifer

Jangan lupa bahwa Lucifer (Iblis) tadinya adalah malaikat juga. Nama ini secara hurufiah tidak muncul di dalam Alkitab Bahasa Indonesia. Dia hanya muncul dalam Alkitab edisi King James Version, dalam Yesaya 14:12, “How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning!  How art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!” (“Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!” Arti nama Lucifer adalah Pembawa Terang.

Siapakah malaikat Lusifer?

satans-pridePembaca Alkitab percaya bahwa Lucifer tadinya adalah Pemimpin Malaikat yang bertugas untuk memuji Tuhan. Kemanapun dia berjalan, selalu diiringi dengan alat musik seperti rebana (alat musik pukul) dan bangsi (alat musik tiup sejenis recorder atau suling) sehingga menghasilkan bunyi-bunyian yang indah. Tuhan menciptakan Lucifer sebagai malaikat yang pandai bernyanyi dan bermusik. Itu sebabnya, Allah mempercayakan dia menjadi pemimpin pujian dan penyembahan di Surga.

Dalam prakteknya, Lucifer tidak perlu berteriak-teriak memanggil penghuni Surga lain untuk berkumpul dan menyembah Tuhan, tapi dengan kepakan sayapnya, terdengarlah puji-pujian yang indah di Surga, dan seisi Surga sujud menyembah Tuhan. Lucifer adalah malaikat dari golongan kerub (malaikat yang bertugas menjaga kekudusan). Dia malaikat yang cantik (Yeh. 28:17), sempurna, berhikmat dan maha indah (28:12). Ia ditaruh di taman Eden.  Namun, Lucifer ingin menjadi sombong, ingin mendirikan takhtanya mengatasi bintang-bintang, ingin mengatasi langit, bahkan ingin menyamai Yang Mahatinggi. (Yesaya 14:12-15). Rasul Paulus menyebutnya sebagai setan, ular tua, naga, dan singa yang mengaum-aum dan yang menyamar sebagai Malaikat terang (2 Kor 11:14). Lucifer dijadikan contoh oleh Paulus kepada anak rohaninya, Timotius, berkenaan dengan orang yang baru bertobat (1 Tim 3:6).

Nubuatan tentang Lucifer dan para malaikat pengikutnya ada dalam kitab Wahyu. Sampai pada akhir jaman, Lucifer – atau Setan – akan terus mendakwa dan menggoda anak-anak Tuhan agar berpaling dari Dia. Namun pada akhirnya ia dan semua pengikutnya (malaikat yang memberontak dan manusia yang tidak percaya akan Allah) akan dihukum di neraka untuk selama-lamanya.

Sebenarnya ada satu malaikat lagi yang tercatat dalam Alkitab, yaitu

Abaddon/Apolion

Nama malaikat ini tercatat dalam Wahyu 9:11. Dia adalah malaikat jurang maut. Arti nama Abadon/Apolion adalah ‘kehancuran/kebinasaan’. Kata ini muncul hanya sekali dalam Perjanjian Baru (Wahyu 9:11) dan lima kali dalam Perjanjian Lama (Ayub 26:6, 28:22, 31:12, Mazmur 88:12, Amsal 15:11). Semuanya menunjuk pada kata kebinasaan dan alam maut. Dalam Wahyu 9 mulai dari ayat 1 disebutkan bahwa Malaikat Abaddon mengepalai pasukan malaikat yang akan menyakiti manusia di bumi selama 5 bulan, namun tidak membunuh mereka.

archangels200x437

Gilbert Morris dalam The Angels of Bastogne berkata, 

“Hal yang menarik tentang malaikat adalah, setiap kali mereka datang kepada seseorang dalam Alkitab, mereka berkata: “Jangan takut!” Saya yakin bahwa (penampilan) mereka sangat spektakular.”


Belajar tentang malaikat memang seru dan asyik. Namun tidak lebih penting dari belajar tentang Yesus. Tulisan ini tidak menyatakan bahwa hanya inilah penghulu malaikat yang ada, karena menurut referensi lainnya masih ada nama-nama malaikat lain yang tidak saya jelaskan di sini – walau ada juga yang berpendapat bahwa 3 malaikat utama hanyalah Mikhael, Gabriel dan Lucifer.

“An angel is a spiritual creature created by God without a body for the service of Christendom and the church.”

Leo Rosten

Terimakasih dan Tuhan memberkati!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s