Mengambil Keputusan Berdasarkan Alkitab

e123747ae94414bfea004b7416b644ab

Selama kita hidup, banyak sekali keputusan yang harus kita ambil. Entah menyangkut pekerjaan, karir, keluarga, pendidikan anak, perpindahan, bahkan pelayanan. Kadang-kadang keputusan membuat kita harus meninggalkan zona nyaman kita. Pindah ke tempat yang baru, pindah ke pekerjaan yang baru, atau justru memutuskan resign dan memulai bisnis sendiri, dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Perubahan selalu ngga nyaman pada awalnya. Kita harus beradaptasi lagi dengan keadaan yang baru. Tapi kadang-kadang perubahan ngga bisa dihindari dan kita memang harus mengambil keputusan. Nah, ada ngga sih ayat-ayat Alkitab yang bisa membantu kita dalam mengambil keputusan ini?

Ada! Yuk kita pelajari beberapa di antaranya:

  1. Lukas 5:16“Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.” Tariklah dirimu dari keramaian. Bukan berarti kamu harus mengundurkan diri dari bidang pelayanan di gereja atau mengambil cuti dan mengurung diri di kamar.Maksudnya, kamu harus berdoa dengan serius. Berdoa dengan sungguh-sungguh menanti jawabannya. Bukan berdoa asal bicara seperti rutinitas, bukan. Yesus berdoa, tapi tetap bekerja. Dia tetap menjalankan tugas pelayanannya di dunia ini. Dan Dia berdoa dengan serius. Dia, Tuhan, berdoa dengan sungguh-sungguh. Apalah kita ini? Hanya debu sombong yang menganggap diri paling benar dan paling hebat saja!
  2. Amsal 19:20“Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.” Cari nasihat dari orang yang lebih rohani daripada kamu. Yang lebih dewasa secara pikiran. Yang bisa memberikan pandangan di luar yang kamu pikirkan. Carilah orang yang bijak yang bisa memberikan nasihat yang saleh – bukan nasihat berdasarkan emosi. Ga gampang ya? Iya. Itu sebabnya, Alkitab juga mengingatkan supaya kita pandai memilih teman. “Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.” – 1 Kor. 15:33. Kalau temanmu bukan teman yang saleh, gimana bisa dapat nasihat yang bagus?
  3. Yakobus 4:1“Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?” Kamu harus mempersempit pilihan. Pilihan mana yang lebih menarik perhatian orang padamu dan bukan pada Tuhan? Ingat bahwa nama Tuhanlah yang harus dimuliakan ketika keputusan telah diambil. Semua pilihan yang tidak sesuai untuk kamu, coret. Jangan buang waktu dengan memikirkan kemungkinan yang tidak sesuai dengan dirimu yang sebenarnya.
  4. Yakobus 1:22“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” Lakukan sesuatu! Jangan diam aja menunggu jawaban dari Tuhan. Kadang-kadang, justru ketika kita melakukan sesuatu, kita menemukan passion kita. Menemukan jawaban atas doa kita. Doa membuat kita menunggu jawaban Tuhan, bukan? Tunggu Tuhan jawab. Kalau lagi menantikan sesuatu, kita menjadi lebih sensitif atau waspada. Dari tindakan yang kita lakukan, bukan tidak mungkin Tuhan mau menunjukkan jawabannya pada kita.
  5. Mazmur 28:7“TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.” Apapun jawaban Tuhan, kita harus belajar bersyukur. Kita harus imani bahwa jawabanNya itu yang terbaik buat kita. Jadi, jangan dipertanyakan lagi, kalo Tuhan udah jawab. Jalani, aminkan bahwa itu yang terbaik. istilahnya “move on” lah. Udah doa, udah dijawab, eeh.. tetep mau jalan kehendak sendiri.

 

Jangan lupa, sebagai makhluk sosial, keputusan yang kamu ambil ini pasti berdampak pada orang lain, entah orangtua dan anak, teman, saudara jauh dan dekat, juga teman-teman sepelayanan. Makanya penting bagi kita untuk saling menolong teman mengambil keputusan, terutama kalau seseorang minta saran sama kita. Jangan anggap remeh, ya. Lebih baik terus terang (dengan cara yang enak dan sopan) bahwa kamu lagi ngga bisa kasih saran yang membantu, daripada bilang “iya”, tapi ternyata ngga ngasi saran sama sekali, right?

Mengambil keputusan itu cuma butuh waktu “sebentar” tapi menjalaninya itu seumur hidup. Makanya itu, jangan salah mengambil keputusan. Sesalnya, seumur hidup. (Berlaku juga untuk yang lagi cari pasangan hidup, lho. #uhuuukkk)

Darimana kita tahu kalo keputusan yang kita ambil itu benar?

Dari damai yang muncul di hati. Percaya deh, kalo keputusan yang kamu ambil benar, pasti Tuhan kasih damai. Ngga mungkin kasih rusuh. 

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu. (Galatia 6:2A). Tuh kan, kata Alkitab juga begitu. Kenapa sih harus bertolong-tolongan? Karena demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. (ayat 2B)

Amin. 

images

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s