Melayani TUHAN, Buat Apa Sih…

004-jesus-washes-feet
sumber: briandrassy.com/sacrificial-servant-leadership

Tiap orang Kristen pasti tahu yang namanya PELAYANAN.

Orang Kristen yang semakin bertumbuh biasanya semakin aktif melayani di gerejanya. Disebutlah itu sebagai PELAYANAN. Kita yang terlibat lalu disebut PELAYAN.(Jelas bukan pelayan kafe, maksudnya).

Nah, melayani itu juga nggak gampang. Jangan dikira kita bisa untung secara materi dalam pelayanan. Justru banyak “rugi”nya.

Pertama, pasti kita “rugi waktu”. Melayani di gereja itu buang banyak waktu. Untuk nyanyi dalam kebaktian Natal misalnya, latihannya berkali-kali. Jangan pelayanan Natal dulu deh – kita sebut aja pelayanan mingguan. Paduan Suara atau pemain musik dan pemimpin pujian yang bertugas pada hari Minggu latihan dulu sebelum melayani. Minimal aja dua kali. Kalau kelompok nyanyi, bisa empat kali atau lebih. Buang waktu benar, kan? Padahal lebih enak jalan-jalan sama keluarga atau nonton sama pacar, daripada latihan di gereja.

Kedua, “rugi tenaga”. Jelas, karena kita capek. Pulang bekerja harus ke gereja buat latihan ini dan itu. Capek. Mendingan tidur. Atau makan nasi goreng di tempat langganan :D. Apa ada yang menghargai ketika kita datang tepat waktu? Belum tentu. Kadang-kadang, teman-teman sudah capek-capek datang, ternyata kita belum datang. Akibatnya latihan belum bisa dimulai dengan efektif. Memang sih setiap orang berbeda kegiatan, berbeda tempat tinggal. Ketika kita yang menunggu, bisa nggak kita tetap menghargai teman kita yang terlambat dan nggak ngedumel dalam hati? Ketika kitalah yang terlambat, bisa nggak lain kali kita berusaha atur waktu sebaik-baiknya sehingga nggak selalu datang paling akhir?

Ketiga, “rugi uang”. Ah, yang benar? Benar dong! Kan ke gereja itu butuh ongkos. Ada ongkos angkot ataupun bahan bakar. Ada ongkos makan. Gara-gara harus latihan malam hari, terpaksa makan dulu di jalan, karena nggak sempat pulang ke rumah.

Terus kalo banyak ruginya begini, ngapain juga kita harus melayani? Apa nggak lebih baik kita belajar keahlian lain? Nekunin hobby? Tidur? Jalan-jalan sama keluarga? Atau pedekate sama gebetan?

Sebenarnya kitalah yang lebih butuh pelayanan itu daripada Tuhan. Tuhan nggak butuh pelayanan. Kitalah yang butuh. Loh, kenapa? Karena dalam pelayanan, kita punya kehidupan sosial dengan sesama pengikut Kristus. Jangan salah, walau sama-sama pengikut Kristus (Kristen), belum tentu jalan pikirannya sama. Atau gairahnya. Atau ide-idenya. Atau cara yang diambil untuk melakukan satu pelayanan. Jadi, ada kemungkinan kita nggak cocok dengan seseorang. Ada kemungkinan juga kita mangkel gara-gara ide kita nggak dianggap. Di sinilah kita bertumbuh. Waktu Bapak A dengan semena-mena menghapus dana program yang udah kita siapin capek-capek, apa kita masih bisa sabar? Masih bisa nggak ngedumel di belakangnya?

Anyway, sebenarnya kita melayani karena:

  • Tuhan ciptain kita dengan berbagai karunia dan itu harus dipertanggungjawabkan. Ada yang bisanya ngatur ini itu, tapi kalo disuruh main musik mah ngga bisa, apalagi disuruh nyanyi, batuk aja fals. Jadi, kembangkan bakat organisasinya. Ada yang bisa inget orang dengan cepat, baik nama, alamat, anggota keluarganya siapa aja dan bahkan kesukaannya. Jadikan dia bagian pemerhati! Apapun karunia kita, semuanya baik! Semua bisa dipake untuk melayani. Bahkan yang cuma bisa gambar – kenapa enggak jadiin dia bagian publikasi acara-acara besar gereja? Pasti idenya lebih banyak daripada yang bisanya nyanyi malu-maluin kayak saya, 😀
  • Melayani itu bukti kita sayang sama Tuhan. Bagi yang udah nikah – pasti selalu kasih yang terbaik buat pasangannya kan. Makanan kesukaan, beliin kado juga pasti yang udah pasti dia suka. Yang masi pacaran pun sama. Selalu ingin kasih yang terbaik. Nah, Tuhan juga udah sayang sama kita, umatNya yang percaya akan penebusan oleh kematianNya. Jadi kado apa yang bisa kita kasih pada Tuhan? Tak lain cuma ketaatan kita dan pelayanan kita. Jangan lupa bahwa pelayanan ini harus dipertanggungjawabkan pada Tuhan suatu hari kelak. Seperti kisah talenta. Sang Tuan datang lagi nanyain perihal keping uang yang dia titip pada hamba-hambanya. Sama seperti itu.
  • Memang kita itu diciptakan, diselamatkan dan dipanggil untuk melayani Tuhan. Orang Kristen itu ditebus bukan supaya bisa bikin dosa lagi terus diampuni lagi. Kita ditebus supaya kita pantas melakukan pekerjaan baik yang disediain Tuhan. Pekerjaan baik itu apa aja? Ya apapun hal baik yang kita lakukan kepada orang lain untuk kemuliaan Tuhan, itulah pelayanan.

Roma 12:11
“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Ada yang tahu lagu ini? Yuk, kita nyanyiin dalam hati dengan sungguh-sungguh yah!

Masa hidupku* ini, kuserahkan buat Tuhan

Untuk melayaniMu, sampai akhir hidupku

Oh Tuhan, hamba lemah, b’ri kuat kuasa firmanMu

Untuk menjadi pekerjaMu.

*bisa diganti menjadi masa mudaku atau masa tuaku.

(Well, saya sendiri belum banget jadi pelayan yang baik. Tapi saya mau berusaha, baik untuk pelayanan di gereja ataupun pelayanan lewat pekerjaan paruh waktu saya sebagai penerjemah. Bila butuh artikel ini ditulis dalam bahasa resmi, boleh hubungi saya).

 

Advertisements

One thought on “Melayani TUHAN, Buat Apa Sih…

  1. menurut saya pribadi, melayani itu ketika saya memberi utk org sekeliling qta, tidak dilihat besar kecilnya pengorbanan itu, tapi lebih melihat hati yang memberi tanpa pamrih dan dengan sukacita & bahagia melakukannya.
    Thank you untuk artikel yang mengingatkan saya untuk selalu berkobar2 dalam memberi pelayanan.
    The Lord bless us 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s