My Youngest, Noel Christopher Joy P.S.

16113096_10212344954085413_55233456656952177_o

Ini cuma sharing tentang Noel, anakku si bungsu. Aku sering cerita tentang Noel dan kelucuannya lewat status FB. Status itu tercecer selama bertahun-tahun, sulit dilacak. Nanti kalau ada memory dari FB, aku mau satukan di blog ini.

Noel mulai sekolah waktu di Medan. Waktu itu dia baru usia 3,5 tahun. Dia sekolah di TK Kristen dekat rumah. Nama gurunya Ms. Kartini, guru muda yang cantik.  Ms. Kartini sangat sayang pada Noel karena Noel paling muda usianya di antara semua murid TK A. Iyess.. Noel ngga masuk Playgroup. Dia pingin di TK karena ada belajar nulis. Playgroup cuma main, dia ga suka, aku juga ga suka.

1910452_1071627317362_387220_n
Noel dengan seragam sekolahnya di Medan. Ini di teras rumah Opungnya, pulang sekolah.

Noel suka duduk di pangkuan Ms. Kartini kalau lagi doa gabungan. Saat orang-orang menutup mata dan berdoa, Noel membuat bentuk segitiga, lingkaran dan persegi dengan jari-jarinya. Dia ngga ikut berdoa. Ms. Kartini memegang tangannya supaya dia berdoa, ngga main-main aja. Noel pun melipat tangan, menutup mata rapat-rapat, tapi mulutnya berbisik: ‘Segitiga! Lingkaran! Persegi!’ sambil keningnya berkerut.

Ms. Kartini pun menyerah. Ngga mungkin dia bekap mulut Noel. Akhirnya dia senyum-senyum sendiri karena Noel tetap sibuk dengan pikirannya padahal anak lain lagi nyanyi dan berdoa.

Begitulah Noel. Pikirannya selalu sibuk. Bahkan sampai sekarang.

268200_2273819851424_2345757_n
Noel dengan seragam TKK Penabur Guntur,

Lalu kami pindah ke Bandung. Dia masuk TKK Guntur. Nama gurunya adalah Ms. Sri. Waktu pertama kali Ms. Sri bawa dia ke kelas, anak-anak TK A protes. “Misssss…. kog dia masih kecil udah masuk TK? Harusnya kan playgroup misssss…?” Begitu cerita Ms. Sri ke aku. Ms. Sri cuma tersenyum lalu jawab: “Nggak apa-apa dong, Noel pingin sama kakak-kakak di sini, boleh ya?” Kira-kira begitulah jawabnya. Noel memang baru usia 3,5 tahun waktu itu. Seharusnya usia 4 tahun baru bisa masuk TK A.

Jadilah Noel murid TK A. Dia suka diajar sama Native teachernya, Mr. Matthew. Dia berani menjawab, berani komunikasi dalam bahasa Inggris. Tapi, dia selalu ketiduran kalau ada trip ke luar sekolah, dan tidurnya selalu di pangkuan Ms. Sri. Benar-benar anak kecil.

Lalu tahun berikutnya, dia belum bisa lanjut ke TK B. Tulisan tangannya masih amburadul karena dia masih umur 4,5 tahun. Dia pun mengulang di TK A. Sekarang dia sama besar dengan teman-teman sekelasnya. Gurunya masih sama, supaya dia tenang, walau temannya berbeda, dia punya guru yang dia kenal baik. Setelah itu dia lanjut ke TK B, dan tahun depannya lulus dari Kindergarten.

273066_2239008821170_4789894_o
Di dalam balon ini dia menulis cita-citanya, ingin menjadi dokter. Lalu balon diterbangkan ke langit (waktu itu belum ada larangan menerbangkan balon ke langit). – Graduation from Kindergarten June 17, 2011

Lalu, dia duduk di bangku SD.

Dia mulai pulang lebih siang. Pulang sekolah dia langsung tidur. Capek, katanya. Baru beberapa minggu sekolah, aku dipanggil sama WK-1.

“Mami, Noel sering ngga konsentrasi di kelas. Tolong Mami jangan belikan penghapus yang bentuk lucu-lucu ya, soalnya sama dia dimainin di kelas, jadi ngga memperhatikan saya.”

Oke. Di rumah, aku tanya Noel, kenapa main-main penghapus di kelas. Jawabnya: “Habis gurunya ga asik. Pelajarannya semua membosankan. Noel ga suka kelas 1. Enakan di TK, Mummy…”

Oalah. Noel nggak suka sekolah. Meniru siapakah? (Diam-diam, aku ngacung di belakang).

308844_2689236036569_210646865_n
Hari pertama di kelas 1.
308826_2689236076570_952354093_n
Baris di depan kelas, hari pertama di kelas 1, Juli 2011

Seiring waktu aku makin lihat bakat dan minat Noel. Dia sukanya seni. Dia suka di Paduan Suara, dia pilih ekskur biola, melukis, lalu ikut ekskur robotik dan skaci di kelas 6. Semua yang berbau seni, musik dan design.

Noel makin menunjukkan minat di bidang IPA dan seni. Pelajaran-pelajaran hafalan itu sulit banget buat dia. Dia nggak suka lari-lari di lapangan. Dia kalem: duduk tenang di kelas waktu istirahat dan nikmati bekal makan siangnya. Awal-awal sekolah dia suka ke perpustakaan. Dia selalu baca buku pengetahuan, seperti WHY.

412348_10200400019389511_1274894097_o
Noel usia 8 tahun, tahun 2012.

Di kelas 6, dia mulai kesulitan. Dia nggak suka belajar yang terlalu cepat. Di kelas 6 ini memang konsentrasi para guru adalah Ujian Nasional. Berbulan-bulan mereka ulangan, Try Out, ulangan lagi, Try Out lagi. Capek, katanya. Pada waktu-waktu dia capek, dia ga bisa disuruh belajar. Dia menggambar. Dia bikin cerita di laptop. Kalau aku suruh belajar, dia ambil buku, lalu baca. Tapi belum 10 menit, udah ketiduran.

Terus terang aja aku masih kuatir sama nilai ujian nasional dan ijasah kelulusan Noel. Dia santai-santai aja. Dia senang bukan kepalang karena UN udah selesai. Semoga aja cukup bagus, semoga aja semua di atas KKM atau target yang dia buat.

Masih aku ingat waktu Noel sakit, baru-baru ini, sebelum UN, aku bawa dia ke Hermina. Sambil memandang anak-anak kecil yang sakit di sana, dia berbisik, padahal dia baru aja muntah-muntah, “Mum, kalau Noel udah gede, Noel ingin jadi dokter, supaya anak-anak kecil nggak mati karena sakit.”

Ini bermula dari film yang kami tonton sebelumnya, tentang anak yang mati karena tenggelam di bath tub. “Kasian kalo anak kecil mati. Seharusnya umurnya masih panjang.” katanya.

Aku melabel Noel sebagai anak yang lembut hati – walau kalau ke Nathan dia galak. Tapi dari responnya selama ini kalau kami nonton film atau lihat kejadian-kejadian sekitar, aku tahu dia sebenarnya anak yang sensitif. Dia gampang empathy. Perasa. Melankolis, mungkin. Yang pasti, dia ada kholeric-nya.

16472959_10212467953120312_6502142736929060057_n
Noel. 2016, waktu Nathan sakit kami belikan Pizza supaya dia  mau makan. Noel yang mengusulkan waktu aku tanya, “Abang sakit, ga mau makan, kita beliin apa ya Dek?” Noel ingat Abang suka pzzza.  Jadi, di sinilah kami. Pizza Hut Buah Batu.

Jadi, sekarang UN dan UASBN sudah selesai. Riuh rendah kelas- kelas ujian tadi pagi waktu bel terakhir berbunyi  menandakan betapa leganya anak-anak ini karena semua sudah selesai. Tekanan, Kelelahan. Ulangan. Tugas-tugas. Semua selesai – sampai nanti tahun ajaran baru dimulai – babak baru pendidikan juga dimulai.

SMP St. Angela menunggu.

16143267_10212311435447468_2055271374426304781_n
Noel waktu pergi ke acara Hear Camp kelas 6 – pertama kali dia menginap tanpa orangtua.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s